Thursday, 19 July 2018

CANTING (NOVEL REVIEW)

Pertama sekali membaca judulnya saya bingung, ini bercerita tentang apaan yah? Harap maklum saya orang sumatra, jadi kurang familiar dengan kata 'Canting'. Karena penasaran akhirnya saya klik link demi link part canting yang ada di group. Part demi part saya baca hingga sampai ke part-21. Wah ceritanya seru banget, bahkan beberapa teman-teman yang sudah order novelnya berkali-kali tanya kapan novelnya sampai. #reviewcantigblog

Guys, ini kisah tentang perjuangan cinta sejati. Bagaimana Hadi yang memendam rasa sekian lama pada Sekar, akhirnya memberanikan diri untuk melamar pujaan hatinya tersebut. Aku suka kata-kata Hadi, saat ia mencoba menenangkan hati Sekar yang dilanda cemburu akan hadirnya orang ketiga di hari pertama mereka menjadi pasangan suami istri;

"Seharusnya kamu bilang begini. Aku istri mas Hadi. Dari sekian banyak gadis di sekitarnya, aku yang dipilihnya. Berarti aku istimewa. Sedangkan dia, siapa dia? Yang bahkan dengan segala kesempurnaannya, mas Hadi sama sekali tidak meliriknya."

So sweet banget, kan? Apalagi dilanjutin dengan kata-kata ini, 
"Lihatlah pantai ini. Pantai dan ombak, mereka terus bersatu. Meski kadang ombak berkelana, tapi ia akan terus kembali ke pelukannya. Aku ingin kita seperti itu. Tak ada pantai tanpa ombak, tak ada Hadi tanpa Sekar." 
Romantis abiz deh. dilarang meleleh, hihihi. #demamcanting

Sunday, 16 August 2015

UNTUK MU PARA PECINTA

Saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, termasuk hadirnya buku ini sebagai penambah referensi pustaka pribadi saya. Awalnya, saya mengira buku ini sama saja dengan buku-buku lainnya tentang tip-tip menghafal qur'an atau cara cepat menghafal qur'an yang semuanya hanya hangat diawal lalu mendingin diakhir.

Seorang guru gaji di kota pelajar, Depok merekomendasikan saya buku ini, saat saya tanya apa kelebihannya, beliau hanya mengatakan "ini buku kumpulan kisah-kisah mereka para mahasiswa dengan seabrek aktifitasnya namun bisa dan punya waktu untuk menghafal qur'an." Saya merasa tersentil, karena waktu sering kali menjadi alasan saya tidak bertambahnya hafalan.

Kisah selalu memiliki sisi menarik dalam pembelajaran, jadi saya berfikir, mungkin buku ini bisa menampar saya, atau menyentuh sisi terdalam saya untuk bisa memiliki hubungan yang lebih dalam lagi dengan Qur'an. Akhirnya ini buku saya pesan.


Thursday, 4 December 2014

NO EXCUSE!

Saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Daun yang jatuh sudah diatur oleh Allah, apalagi keinginan yang dimiliki oleh manusia, kenyataan yang harus dihadapi, pertemuan dengan orang-orang tertentu, perasaan yang begitu tidak menentu, serta semangat yang turun naik. Allah selalu punya maksud dibalik semua itu, begitulah saya memaknai kehadiran buku ini.

3 tahun yang lalu, buku ini hadir dalam kehidupan saya tanpa rencana, namun justru isinya merupakan kata-kata yang ingin saya dengar. Ia datang disaat yang tepat, disaat saya butuh penguat untuk memantapkan tekad dan bergerak lebih cepat.

Buku ini mengupas tentang alasan-alasan yang sering digunakan banyak orang. “Alasan” Sebuah kata yang sering kali menjadi factor pemicu terbanyak gagalnya seseorang dalam meraih banyak hal. Penulis memaparkannya secara apik beragam alasan yang sudah sering kita dengar tersebut, dan bisa hinggap pada diri siapa saja, begitu pun mereka orang-orang yang sekarang ini sudah berada ditangga kesuksesannya. Hanya saja bedanya, mereka memilih untuk mengabaikannya, mereka memilih untuk menaklukannya. Semoga kita termasuk orang-orang yang akan menyusul jejak mereka. Aamiin…

Friday, 28 November 2014

REFORMASI RUHIYAH

Jum'at Mubarak! Hari yang paling baik dalam memperbaharui iman. Saya tertarik untuk mereview sebuah buku lama, buku zaman kuliahan dulu. Reformasi Ruhiyah.


Judul buku: Reformasi Ruhiyah Aktivis Dakwah.
Penulis: Dr. Sayyid Muhammad Nuh.
Peneribit: Media Insani Press.
Tahun Terbit: 2003.
Kota Terbit: Tunggulsari, Solo.
Tebal Buku: 316 halaman.

Tuesday, 10 June 2014

BAGAIMANA MEMOTIVASI DIRI

Dari warna cover buku ini terlihat merah menyala, merah merupakan symbol keberanian dan pantang menyerah. Dari judulnya buku ini menyiratkan harapan penulis bahwa siapapun yang membaca buku tersebut akan memiliki motivation yang total dalam hidupnya. Karena biasanya motivasi sering kali datang hanya sesaat saja, kadang kala setelah selesai mengikuti sebuah seminar atau training, kemudian semangat itu pergi seiring berlalunya waktu. Nah, bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi. Bacalah buku ini. J

Saya awali resume dengan sebuah ungkapan hikmah “manusia dinilai dari bobot semangatnya bukan dari banyaknya harta”. Yup, semangat atau motivasi adalah niat dan kemauan. Motivasi adalah potensi yang bergerak dengan pemahaman dan ketrampilan menuju amal produktif. Motivasi adalah cahaya. Dengan motivasi kita bisa menyinari diri kita dan menerangi orang lain. Motivasi seperti listrik yang menyengat. Motivasi bukanlah segala-galanya, namun dengan motivasi kita bisa melakukan segala-galanya. Mari simak firman Allah yang satu ini “…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (Qs. 13:11). Artinya apapun yang kita inginkan dalam hidup ini, ayat tersebut mengingatkan kita bahwa semua harus dimulai dari diri kita sendiri, semua berawal dari dalam diri kita sendiri. Tidak bisa kita bermimpi orang lain akan menjadikan kehidupan kita menjadi lebih baik, kita sendirilah yang bertangungjawab untuk itu, baru kemudian Allah akan mengirim tentara-tentaranya untuk membantu kita.

Wednesday, 2 April 2014

SAYA DAN DIA

Saya mengenalnya tahun 2012, saat Allah melangkahkan kaki saya ke sebuah kota di Propinsi Jawa Barat. Saya tidak begitu ingat tanggal berapa tepatnya, namun yang pasti pada bulan ini, ya bulan April. Bulan pertama saya menjadi anak rantau di kota Depok. Dan hari itu saya mengunjungi Gramedia Depok, disanalah saya berjumpa dengannya.

Awalnya biasa saja, maksud saya ketika saya melihatnya tidak ada yang istimewa darinya. Karenanya saya tidak begitu perduli, saya alihkan pandangan ke arah lain, berkeliling mencari sesuatu yang menarik menurut saya untuk dibaca. Namun tanpa saya sadari, setelah berkeliling, saya kembali ke tempat semula, tepat di depan dia. Saya menghela nafas panjang dan sedikit mendekat, sehingga saya bisa membaca dengan jelas sebuah tulisan disana, sebuah kalimat yang menyentuh jiwa saya untuk semakin mendekat, dan akhirnya saya menyapanya.  

Mungkin ini yang namanya jodoh, sudah jauh malah mendekat lagi. Perkenalan dengannya hari itu memberi sebuah warna baru dalam hidup saya. Membuat ingatan saya melayang ke masa kecil, saya seperti mononton perjalanan hidup saya episode demi episode, layaknya melihat layar kaca dengan rangkaian peristiwa yang datang silih berganti hingga akhirnya Allah membawa saya ke sebuah kota yang tak pernah saya rencanakan untuk saya kunjungi.

Saya memang sudah lama ingin mengunjungi Jawa Barat, namun bukan kota Depok melainkan kota Bandung, karena nama kota itu yang sering kali saya dengar. Orang-orang sering kali menyebut Bandung sebagai Banda Aceh ujung, jadinya yang ada dipikiran saya Bandung itu kembaran-nya Banda Aceh ...hehehe...makanya ingin mengunjungi kota kembang itu. Eh ga tahu-nya takdir membawa langkah kaki saya ke Depok.

Wednesday, 19 March 2014

MOMENTUM KEBANGKITAN (Resensi)

Tidak banyak orang yang menguasai dua keahlian sekaligus yakni dalam hal kefasihan berbicara dan kepiawaan menulis. Biasanya jika seorang pandai menulis, ia kurang lancar bertutur kata. Sebaliknya seseorang yang fasih berbicara, boleh jadi kurang lancar menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Namun Anis Matta memiliki kelebihan dalam dua jenis ketrampilan tersebut. Beliau bukan hanya piawai menulis, melainkan juga memiliki kefasihan berbicara bahkan hingga taraf kemampuan “membakar” semangat massa yang mendengarkannya. Gagasan-gagasan brilyan dan segar Anis Matta menunjukkan bahwa beliau memiliki prospek dan kualifikasi untuk menjadi pemimpin muda bangsa ini.

Buku ini merupakan kumpulan orasi dan taujih Anis Matta sejak beliau dinobatkan sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera, dan juga kunjungannya ke beberapa daerah setelah itu. Diawali dengan sebuah prolog dari Prof. Burhan Djabir Magenda MA Ph.D (Guru Besar Tetap Ilmu Politik Universitas Indonesia) yang mengutarakan dengan jelas pendapatnya tentang PKS. Berikut ini uraiannya:

Ketika Presiden BJ Habibi memimpin periode Reformasi di Indonesia sejak akhir Mei 1998, salah satu proses demokratisasi yang dilakukannya adalah pendirian partai-partai politik baru. Lebih dari seratus partai baru didirikan, namun hanya 48 partai dari semua partai baik yang lama maupun baru yang boleh ikut pemilihan umum 1999. Di antara partai-partai baru yang berhasil menempatkan wakilnya di DPR adalah Partai Keadilan (PK), yang kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seperti yang kita kenal sekarang.